Facebook Pixel Code Perkembangan Janin 13 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Perkembangan Janin 13 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 30 April 2025

Trimester 1
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Janin 13 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Usia janin 13 minggu menandakan awal trimester kedua, artinya tinggal 6 bulan lagi hingga persalinan, Bun. Yuk, cek perkembangan si Kecil di usia kehamilan ini dan tips menjaga kehamilan!

Perkembangan Janin 13 Minggu

Memasuki hamil 13 minggu, ini perubahan dan perkembangan yang terjadi pada janin Bunda: 

1. Ukuran dan Berat Janin

Panjang janin usia 13 minggu adalah sekitar 7,5 cm dari kepala hingga bokongnya, dengan berat badan kira-kira 30 gram. Sebagai perbandingan, ukuran janin Bunda saat ini mirip dengan buah lemon.

Ingin tahu kapan si Kecil lahir? Hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil dengan mudah di Kalkulator Kehamilan, gratis!

2. Perubahan Fisik

Di usia 13 minggu, kepala janin lebih besar dibanding tubuhnya. Namun, tubuhnya akan makin proporsional seiring perkembangannya. Saat ini, rambut halus mulai tumbuh di alis dan kepala.

Mata si Kecil juga sudah mulai terlihat, tapi kelopaknya masih tertutup untuk melindungi retinanya. Sidik jari bayi pun mulai terbentuk sebagai tanda unik setiap individu.

Bayi mungkin bisa memasukkan ibu jari ke dalam mulutnya di minggu ini, meskipun otot-otot menghisapnya belum berkembang. Refleks ini penting untuk persiapan menyusu nanti.

Mereka juga bergerak-gerak tapi gerakannya masih tersentak-sentak dan belum bisa Bunda rasakan. Bunda biasanya baru akan merasakan gerakan di sekitar minggu ke-17.

3. Perkembangan Sistem Tubuh

Perkembangan janin selanjutnya terjadi pada hampir semua anggota tubuh, tulang, gigi, dan otot. Semua ini akan semakin kuat dan terus terbentuk agar bisa berfungsi maksimal. 

Sistem peredaran darah, pencernaan, dan saluran kemih mulai berfungsi. Hati mulai memproduksi empedu, sementara ginjal sudah berfungsi penuh.

Usus awalnya tumbuh di tali pusar, lalu pindah ke perut di minggu ke-13. Organ pankreas juga mulai berfungsi, serta pita suara mereka mulai berkembang.

Lambung janin 13 minggu mulai memproduksi cairan dan ototnya bersiap mencerna makanan. Sumsum tulang juga mulai membentuk sel darah putih untuk melawan infeksi.

4. Perkembangan Sistem Reproduksi

Memasuki 13 minggu, ovarium atau testis bayi telah berkembang sepenuhnya, sedangkan penis atau klitoris masih terus mengalami penyempurnaan.

Bila bayi adalah perempuan, saat ini ovariumnya telah memiliki 2 juta sel telur. Jika bayinya laki-laki, testis bayi akan mulai memproduksi testosteron.

Dokter dapat melihat jenis kelamin bayi pada saat Bunda menjalani USG di minggu ke-20 kehamilan. 

Baca Juga: 6 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Janin

Perubahan yang Dialami Ibu Hamil di Usia Kehamilan 13 Minggu

Memasuki minggu ke-13, banyak ibu mulai merasa lebih baik setelah melewati trimester pertama. Berikut yang bisa Bunda rasakan di minggu ini:

1. Perubahan Fisik dan Gejala Umum

Gejala mual biasanya mulai berkurang sementara selera makan mulai kembali dan energi tubuh juga meningkat. Jadi, Bunda mulai merasa lebih bertenaga dibandingkan trimester pertama.

Meski belum terlalu menonjol, bentuk perut mulai terlihat lebih bulat seiring pertumbuhan rahim.

2. Perubahan Hormon dan Dampaknya

Di minggu ini, lonjakan hormon masih bisa menyebabkan perubahan suasana hati. Hormon kehamilan bisa menyebabkan kulit menjadi lebih cerah (pregnancy glow), namun sebagian ibu juga bisa mengalami jerawat ringan.

Tips Menjaga Kehamilan Usia 13 Minggu

Memasuki usia hamil 13 minggu, potensi terjadinya keguguran sudah menurun drastis, di masa ini rasa mual juga biasanya semakin berkurang. Tetap jaga kesehatan diri dan janin dengan tips berikut ya, Bun!

1. Jaga Pola Makan Sehat

Ibu hamil dengan berat normal perlu tambahan energi 180-300 kalori per hari, serta protein 30 gram per hari. Sedangkan, ibu hamil kurus butuh tambahan 500 kalori sehari. 

Selama hamil konsumsilah 3 kali makanan utama dan 1-2 kali camilan sehat yang mengandung karbohidrat, protein, serat, lemak sehat, kalsium, asam folat, zat besi, serta vitamin B dan D.

Makanan yang harus dihindari selama kehamilan adalah: 

  • Daging, ikan, dan seafood mentah atau kurang matang.
  • Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda.
  • Makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
  • Makanan yang merangsang pencernaan seperti makanan pedas atau asam.
  • Rokok dan alkohol.

2. Konsumsi Asam Folat

Untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh dan organ pada janin 13 minggu, konsumsilah asam folat. 

Asam folat juga akan membantu mengontrol tekanan darah ibu hamil dan mencegah gangguan kehamilan seperti preeklamsia. 

Kekurangan asam folat berpotensi menyebabkan spina bifida pada bayi, yaitu cacat lahir yang terjadi karena tabung saraf tidak menutup sempurna. 

Ibu hamil membutuhkan 600-800 mcg asam folat setiap harinya. Sumber asam folat didapatkan dari kacang-kacangan, hati, telur, dan sayuran hijau. 

3. Konsumsi Zat Besi

Tak hanya asam folat, Bunda juga membutuhkan zat besi untuk membentuk sel darah merah selama kehamilan. 

Kekurangan zat besi selama kehamilan bisa meningkatkan risiko berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan depresi setelah melahirkan. 

Makanan tinggi zat besi antara lain daging tanpa lemak, ikan, ayam, sayur, dan kacang-kacangan. Ibu hamil juga disarankan mengonsumsi suplemen tablet tambah darah (TTD).

4. Minum Susu Hamil

Selain memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan, Bunda juga bisa melengkapi gizi harian dengan minum susu hamil yang difortifikasi nutrisi penting, seperti SGM Bunda High-Iron.

Susu kehamilan SGM Bunda High-Iron tinggi zat besi dan asam folat, serta diperkaya DHA, minyak ikan, dan protein. Dukung nutrisi lengkap untuk perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

5. Olahraga Ringan

Olahraga selama hamil punya segudang manfaat, seperti mengurangi nyeri punggung, menjaga kesehatan mental, meningkatkan kualitas tidur, dan mempercepat pemulihan pascapersalinan.

Rekomendasi olahraga selama hamil yaitu jalan kaki, yoga, berenang, aerobik, pilates, dan latihan kekuatan. Lakukan olahraga 20-30 menit setiap harinya.

Hindari aktivitas fisik yang membuat napas ngos-ngosan sampai susah berbicara, serta olahraga kontak fisik, seperti sepak bola, basket, dan beladiri. 

6. Jaga Kesehatan Mental 

Sangat penting untuk terus menjaga kesehatan mental sepanjang masa kehamilan. Curhatlah ke suami, teman, keluarga, atau bahkan dokter dan bidan yang menangani Bunda.

Jangan lupa untuk tetap quality time dengan suami dan meminta bantuannya saat dibutuhkan agar bisa mengurangi beban Bunda.

Latihan pernapasan juga dapat dilakukan saat Bunda sedang cemas atau banyak pikiran. 

Selain itu, mengikuti komunitas atau kegiatan dengan ibu hamil lainnya bisa membantu mengatasi kesepian dan membuat Bunda mendapatkan support system baru. 

Baca Juga: 9 Tanda Bahaya Kehamilan yang Harus Bunda Waspadai

7. Istirahat dan Tidur yang Berkualitas

Perubahan hormon selama kehamilan memang membuat tubuh gampang capek, mual, dan emosional, termasuk di waktu hamil 13 minggu. 

Untuk mengatasinya, Bunda harus beristirahat sebanyak mungkin. Di siang hari, Bunda bisa beristirahat dengan cara berbaring dengan posisi kaki yang lebih tinggi agar lebih nyaman. 

Posisi tidur terbaik selama kehamilan adalah berbaring ke sisi sebelah kiri atau kanan.

8. Hindari Paparan Zat Berbahaya

Terekspos ke zat berbahaya selama kehamilan bisa meningkatkan risiko gangguan genital pada bayi dan masalah kesehatan di kemudian hari. 

Jika Bunda menghirup atau menelan bahan kimia, bahan kimia tersebut dapat memasuki aliran darah dan berpindah ke janin melalui plasenta.

Zat berbahaya yang harus diwaspadai adalah pestisida, cairan pembersih, kamper, cat, semprotan nyamuk, merkuri, kuteks, dan kayu yang diolah dengan arsenik. 

Jaga kesehatan janin 13 minggu dengan menghindari bahan-bahan berbahaya tersebut.

9. Boleh Berhubungan Intim

Di kehamilan 13 minggu, gairah seksual Bunda akan meningkat. Berhubungan intim dapat mengencangkan otot dasar panggul dan mempercepat pemulihan pascapersalinan.

Selain itu, aktivitas ini juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan suasana hati. 

Jika Bunda memiliki riwayat persalinan prematur atau keguguran, sebaiknya berhati-hati. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan keamanannya. Setiap kehamilan berbeda, jadi tetap perhatikan kondisi tubuh ya, Bun.

10. Latihan Otot Panggul

Memasuki janin usia 13 minggu adalah saat yang tepat untuk mulai melatih otot panggul!

Otot dasar panggul mengelilingi dan menyokong semua organ di panggul yaitu rahim, usus, dan kandung kemih.

Jika otot-otot ini melemah, Bunda dapat mengalami kebocoran urine saat batuk atau bersin. Melatih otot dasar panggul membantu mencegah hal ini.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Setiap wanita punya pengalaman kehamilan yang berbeda, tapi Bunda harus segera menghubungi dokter bila terjadi gejala-gejala ini:

  • Kram atau nyeri perut parah.
  • Demam di atas 38° Celcius.
  • Pendarahan di vagina.
  • Pembengkakan yang tiba-tiba dan parah 
  • Keputihan berbau tidak sedap 
  • Nyeri buang air kecil
  • Sakit kepala parah terus-menerus
  • Muntah darah 
  • Napas tersengal-sengal 
  • Jantung berdegup kencang (palpitasi) 
  • Penglihatan kabur 

Nyeri saat buang air kecil, beser, dan bau yang tidak wajar dari vagina bisa jadi gejala awal infeksi saluran kemih (ISK). Bila tidak diatasi segera, ISK bisa menjalar ke ginjal dan berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Menjaga kesehatan janin 13 minggu sangat penting untuk perkembangannya agar si Kecil bisa tumbuh dengan baik. 

Yuk, daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya