Facebook Pixel Code Perkembangan Janin 20 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Perkembangan Janin 20 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 15 Mei 2025

Trimester 2
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Janin 20 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

 

Memasuki usia janin 20 minggu, perkembangan si Kecil dalam kandungan semakin pesat. Bunda juga mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional.

Perkembangan Janin 20 Minggu

Pada usia kehamilan 20 minggu, janin mengalami banyak perubahan penting yang mendukung pertumbuhannya, Bun. Berikut beberapa di antaranya:

1. Ukuran dan Bentuk Janin

Janin 20 minggu sudah sebesar buah pisang, dengan panjang badan mencapai 25,6 cm dari kepala hingga kaki dan berat sekitar 300 gram.

Proporsi tubuhnya pun semakin seimbang, terutama ukuran kepala yang kini lebih sesuai dibandingkan dengan tubuh.

Kulit janin juga masih tampak tipis dan transparan, tapi mulai dilapisi vernix caseosa (zat putih berminyak) yang melindungi kulit dari kekeringan akibat cairan ketuban.

Ingin tahu kapan si Kecil lahir? Hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil dengan mudah di Kalkulator Kehamilan, gratis!

2. Perkembangan Otak dan Sistem Saraf

Di usia 20 minggu, saraf janin mulai dilapisi mielin. Lapisan ini membantu mempercepat pengiriman pesan antar saraf dan terus berkembang hingga bayi lahir.

Pertumbuhan otak terjadi sangat pesat. Bagian otak yang mengatur panca indra juga sudah aktif. Sel bagian lapisan terluar yang menyelimuti otak pun telah tumbuh sangat pesat.

Bayi pun sudah bisa bangun dan tidur sesuai jadwal. Bahkan, bayi bisa terbangun bila ada suara berisik atau guncangan.

3. Perkembangan Paru-Paru dan Sistem Pernapasan

Paru-paru janin 20 minggu mulai membentuk bronkiolus dan alveolus. Keduanya penting untuk mengedarkan udara ke seluruh tubuh.

Pernapasan janin pun sudah mulai melambat, dalam, dan stabil. Dalam satu menit, jumlah napas yang ditarik sebanyak 50 kali. Janin melakukan gerakan seperti bernapas meskipun masih mengambil oksigen dari plasenta.

Paru-paru janin sudah mengandung surfactant, yakni cairan yang membantu paru-paru berkembang dan mencegah kolaps saat bernapas. Cairan ini sudah diproduksi meskipun masih dalam jumlah kecil.

4. Perkembangan Jantung dan Sistem Peredaran Darah

Di periode janin usia 20 minggu, detak jantungnyamakin kuat dan bisa terdengar lewat alat Doppler, Bun. Detaknya lebih cepat dari orang dewasa.

Selain itu, sel pembentuk darah mulai menjalar ke limpa untuk menghasilkan sel darah merah dalam waktu singkat. Proses ini juga terjadi saat sel pembentuk darah menjalar ke sumsum tulang belakang.

5. Perkembangan Sistem Pencernaan dan Ekskresi

Di usia janin 20 minggu, Bunda mungkin bisa merasakan sensasi getar kecil dan berkali-kali dari perut. Jangan panik, ia hanya cegukan dan hal ini normal serta bisa terasa hingga memasuki usia kehamilan 22 minggu.

Indra pengecap bayi bisa mengirim sinyal ke otaknya. Bayi pun sudah bisa menelan asupan makanan yang Bunda konsumsi melalui plasenta. 

Penelitian menunjukkan bahwa makanan yang Bunda konsumsi bisa memengaruhi selera makan bayi nanti, meski belum pasti apakah janin sudah bisa merasakannya sekarang.

Selain itu, mekonium atau feses pertama bayi mulai terbentuk di usus besar dan akan dikeluarkan setelah lahir.

Baca Juga: Tahapan Tumbuh Kembang Bayi Selama Kehamilan

6. Perkembangan Sistem Indra

Saat menghitung usia kehamilan, perlu diketahui bahwa perkembangan panca indra janin aktif di usia kehamilan 20 minggu. 

Dalam hal ini, indra penciuman, sentuhan, pendengaran, penglihatan, dan pengecap sedang berkembang di bagian otak tertentu.

Kelopak mata janin masih tertutup. Namun, bola mata sudah bisa bergerak ke arah tertentu. Ujung saraf mulai terbentuk, memungkinkan janin merasakan sentuhan.

7. Gerakan Janin

Ibu hamil mulai merasakan gerakan janin trimester 2 yang disebut quickening. Gerakan ini bisa dirasakan sejak janin usia 20 minggu. 

Rasanya seperti denyutan kecil, kejang otot ringan, atau seperti gelembung meletus. Janin sering melakukan gerakan seperti menendang, menggeliat, mengisap jempol, dan bahkan cegukan.

8. Responsif Terhadap Lingkungan

Di usia 20 minggu, janin peka terhadap sentuhan dan akan bergerak mendekati dinding rahim saat perut Bunda disentuh.

Janin juga sudah bisa mendengar dari dalam rahim, contohnya saat Bunda mengajak komunikasi saat di kandungan. Namun, suara yang terdengar kecil karena terendam oleh air ketuban.

Mata janin masih tertutup, tetapi bisa merespon cahaya yang tampak dari luar perut ibu hamil dengan cara menjauhinya.

Perubahan Bunda di Usia Kehamilan 20 Minggu

Memasuki usia 20 minggu kehamilan, bukan hanya janin yang mengalami perkembangan, Bun. Tubuh Bunda juga mulai menunjukkan berbagai perubahan yang cukup terasa.

1. Perubahan Fisik yang Dirasakan

Tubuh Bunda melakukan perubahan untuk adaptasi terhadap pertumbuhan janin 20 minggu. Tak heran, ada perubahan fisik yang terjadi. Perut tampak semakin menonjol karena ukuran janin semakin besar.

Selain itu, hormon dapat membuat kulit tampak mengalami perubahan, seperti stretch marks, linea nigra atau garis hitam vertikal dekat pusar hingga tulang pubis, dan chloasma atau bercak cokelat di wajah.

Perubahan hormon juga membuat rambut lebih tebal dan kuku lebih kuat. Hal ini terjadi akibat jumlah darah meningkat sehingga menutrisi rambut dan kuku.

2. Perubahan Hormonal dan Emosional

Saat usia janin 20 minggu, Bunda mengalami perubahan hormon yang memengaruhi payudara. Payudara Bunda membesar karena pertumbuhan kelenjar susu dan peningkatan kadar lemak. 

Beberapa ibu di usia kehamilan ini mengalami peningkatan libido. Tak hanya itu, kepuasan saat berhubungan pun meningkat. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aliran darah dan lubrikasi di alat kelamin.

Sangat wajar bila di usia kehamilan ini, mood ibu naik-turun. Salah satu penyebabnya adalah perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan kedua hormon ini memengaruhi kadar kimia otak yang mengatur mood.

3. Gejala Umum yang Mungkin Dialami

Janin 20 minggu ternyata bisa menyebabkan beberapa gejala umum pada ibu hamil. Beberapa di antaranya bisa dianggap sebagai sebuah keluhan. Apa sajakah itu?

  • Nyeri punggung dan kram perut ringan.
  • Sering buang air kecil.
  • Gangguan tidur dan kelelahan.
  • Asam lambung naik.
  • Sakit kepala.
  • Kaki kram dan bengkak.
  • Kulit gatal di sekitar perut dan payudara.
  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Sembelit.

Tips Menjaga Kehamilan Usia 20 Minggu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar ibu hamil dan janin 20 minggu tetap sehat sampai setelah persalinan. Apa sajakah itu?

1. Jaga Pola Makan Sehat

Pastikan asupan gizi tetap seimbang, terdiri dari berbagai mineral, karbohidrat, protein, lemak sehat, dan berbagai vitamin. Dalam seporsi, makanan sehat ibu hamil terdiri dari sayur, buah, nasi secukupnya, dan lauk tinggi protein. 

Batasi asupan makanan yang tinggi garam dan gula, seperti keripik kemasan, roti putih, dan donat. Asupan tinggi garam bisa sebabkan kaki bengkak, bahkan hipertensi gestasional yang sebabkan preeklampsia. 

Asupan tinggi gula bisa menambah berat badan berlebih dan tingkatkan risiko diabetes gestasional.

Hindari pula makanan yang tidak dimasak secara matang, seperti sushi sashimi, telur setengah matang, daging steak dengan tingkat kematangan di bawah well done.

2. Lanjutkan Konsumsi Asam Folat

Menurut Kementerian Kesehatan dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG), ibu hamil trimester 2 disarankan mengonsumsi 600 mikrogram asam folat per hari. 

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan kebutuhan sebelum hamil, yakni 400 mcg per hari, Bun.

Diketahui, asam folat untuk ibu hamil penting untuk kesehatan ibu dan janin. Pada ibu hamil, kandungan ini bantu produksi sel darah merah dan turunkan risiko anemia. 

Perlu Bunda pahami bahwa pada janin 20 minggu, asam folat penting untuk cegah cacat tabung saraf.

3. Perbanyak Makan Makanan Zat Besi

Hingga menginjak trimester ketiga, volume darah dalam tubuh akan meningkat sampai 35% untuk mengangkut oksigen ke janin. Ini setara dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah.

Asupan tinggi zat besi untuk ibu hamil bisa didapat dari daging sapi, telur, ikan, serta sayuran hijau seperti bayam dan brokoli yang dimasak matang.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Kebutuhan Zat Besi Ibu Hamil

4. Minum Susu Hamil

Untuk melengkapi kebutuhan zat gizi harian, Bunda disarankan juga mengonsumsi susu hamil.

SGM Bunda High-Iron, susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat Besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein, dan tidak bikin mual. Dukung ​nutrisi lengkap untuk pertumbuhan & perkembangan janin.

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

5. Olahraga Ringan

‌Olahraga juga penting untuk menjaga ibu hamil dan janin 20 minggu. Untuk itu, lakukan olahraga, seperti berenang, yoga, atau jalan kaki. 

Ketiganya penting untuk memperkuat dan meningkatkan kelenturan sendi dan otot.

6. Kelola Stres

‌Ada berbagai cara untuk kelola stres. Saat sedang tegang, bernapaslah perlahan dari dada. Tarik napas dan buanglah perlahan.

Lakukan pula hobi yang disukai, lalu berkumpulah dengan teman, saudara, atau keluarga yang membuat Bunda merasa senang.

Jika merasakan stres atau sedih, curahkan perasaan Bunda kepada orang yang dipercaya atau tenaga profesional.

7. Tidur yang Nyenyak

Posisi tidur yang nyaman untuk ibu hamil meningkatkan kualitas tidur. Semenjak perut membesar, posisi tidur harus diperhatikan selama hamil 20 minggu. 

Miringlah ke sebelah kiri agar tidak menghambat aliran darah ke janin dan ginjal.

Bunda juga bisa selipkan bantal kecil di bawah pinggang dan perut agar mengurangi tekanan. Gunakan juga bantal di antara lutut agar pinggul dan tulang belakang sejajar.

8. Hindari Paparan Zat Berbahaya

Usia janin 20 minggu bukan berarti Bunda bisa lengah. Bunda tetap perlu menghindari kandungan yang berbahaya bagi Bunda dan janin. Berikut daftarnya:

  • Alkohol.
  • Rokok dan produk nikotin lainnya.
  • Narkoba.
  • Beberapa jenis obat yang berbahaya bagi janin, seperti isotretinoin.
  • Skincare dengan kandungan retinol dan sejenisnya.
  • Timbal.
  • Merkuri.
  • Pestisida.

Kapan Harus ke Dokter?

Bunda perlu ke dokter untuk melakukan USG. Tujuannya, untuk mengecek adakah ketidakwajaran dalam kondisi ibu hamil dan janin. Selama USG, Ayah dan Bunda bisa mengecek:

  • Cacat saraf tabung, seperti spina bifida dan anensefali.
  • Sumbing.
  • Detak jantung abnormal.
  • Hernia diafragma.
  • Pertumbuhan tulang.
  • Jumlah cairan ketuban.
  • Kondisi plasenta atau ari-ari.

Segera ke dokter bila Bunda mengalami gejala darurat berikut:

  • Perdarahan vagina deras.
  • Nyeri perut tiba-tiba dan tak tertahankan.
  • Nyeri dada, napas pendek, batuk darah.
  • Pingsan.
  • ‌Kejang.
  • Melihat atau merasakan tali pusar.
  • Perubahan warna kulit di betis atau paha dalam.

Di usia kehamilan ini, ada beberapa gejala yang mungkin membuat Bunda tidak nyaman. Dengan jaga kesehatan dan dukungan orang-orang sekitar, kehamilan akan senantiasa terjaga.

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya