Perkembangan janin 9 minggu menandakan si Kecil berada di trimester 1. Fase ini vital karena organ dan sistem tubuh utama sedang terbentuk. Bagaimanakah kondisi janin saat ini?
Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 9 Minggu
Di usia kehamilan ini, apa saja perkembangan yang terjadi pada si Kecil?
1. Ukuran Janin 9 Minggu
Ukuran janin 9 minggu sekitar 2 cm dari ujung kepala hingga ujung bokongnya. Sementara, berat janin 9 minggu sebesar 3 gram. Kira-kira, bentuk janin 9 minggu setara dengan stroberi.
Tangan dan kakinya pun sudah terbentuk, tapi jari- jarinya belum mulai terlihat. Lengan dan kakinya secara spontan sudah sedikit bergerak karena ototnya mulai berkembang.
2. Perkembangan Otak
Tabung saraf atau calon pembentukan otak dan sumsum tulang belakang sudah mulai tertutup. Artinya, otak sudah mulai terbentuk pada perkembangan janin 9 minggu.
Ada tiga area otak yang sudah tampak, yaitu:
- Otak depan: berkembang jadi otak besar, untuk berpikir dan memecahkan masalah.
- Otak tengah: memproses informasi visual dan pendengaran.
- Otak belakang: berkembang jadi otak kecil, untuk mengatur keseimbangan, koordinasi tubuh, serta kegiatan otomatis tubuh (seperti tekanan darah dan detak jantung).
Baca juga: Kenali Tahapan Pertumbuhan Otak Janin di Tiap Trimester
3. Perkembangan Organ Vital
Janin 9 bulan sudah menunjukkan perkembangan berbagai organ penting, seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan usus. Tulang-tulangnya pun sudah terbentuk.
Bentuk wajahnya sudah semakin jelas, ada 2 bola mata kecil yang sudah tertutup kelopak. Mulutnya pun sudah terbentuk, bahkan sudah ada lidah dengan indra pengecapnya.
4. Gerakan dan Detak Jantung Janin
Ukuran jantung si Kecil sudah makin membesar di minggu ke-9. Bahkan, jantungnya sudah mulai terbagi menjadi empat ruang. Detaknya 2 kali lebih kencang daripada detak orang dewasa.
Detak jantungnya pun bahkan bisa didengar menggunakan USG Doppler. Namun, dokter biasanya menyarankan Doppler di usia 15 pekan.
Apa Saja yang Terjadi pada Ibu Hamil di Minggu ke-9?
Perkembangan janin 9 minggu tentu memengaruhi kondisi fisik dan mental ibu hamil, begini pejelasannya.
1. Perubahan Hormon dan Suasana Hati
Di perkembangan janin 9 minggu, kadar hormon kehamilan atau human chorionic gonadotropin (hCG) ada di puncaknya. Hormon ini membuat ibu hamil kembung, sembelit, dan asam lambung naik.
Tak hanya itu, hormon estrogen dan progesteronnya pun naik drastis. Keduanya memengaruhi mood ibu hamil. Tak jarang, suasana hati pun terasa naik-turun.
2. Morning Sickness dan Kelelahan
Trimester 1 merupakan puncak morning sickness. Namun, memasuki 9 minggu, morning sickness sudah mereda. Nantinya, kondisi ini semakin reda saat memasuki trimester kedua.
Meski begitu, rasa lelah pun tetap tak dapat dihindari. Kelelahan ini terjadi karena tubuh sedang bekerja keras membentuk plasenta.
Saat hamil, metabolisme meningkat, membuat gula darah dan tekanan darah turun, akhirnya tubuh pun terasa lelah.
3. Perut Belum Tampak Besar, tapi Rahim Mulai Membesar
Perut memang belum terlihat membesar, tetapi beberapa ibu hamil mulai merasa celananya sedikit sesak karena pinggang dan pinggulnya melebar.
Tak heran, di usia kehamilan ini, plasenta atau ari-ari sudah mulai tumbuh dan melekat di rahim. Ari-ari inilah yang memberikan asupan oksigen dan zat gizi dari Bunda ke si Kecil.
Beberapa kondisi lain yang terjadi saat ibu hamil 9 minggu, di antaranya:
- Mulut terasa seperti logam.
- Nyeri payudara.
- Penciuman semakin sensitif.
- Sembelit.
- Kembung.
- Asam lambung naik.
4. Saat Tepat Melakukan Kunjungan Ke Dokter Kandungan Pertama
Kunjungan pertama ke dokter kandungan bisa dimulai sejak usia kehamilan 5-12 pekan.
Dokter akan menelisik riwayat kesehatan Bunda, termasuk kondisi yang dibawa akibat genetik. Lalu, dokter akan memeriksa kondisi fisik saat hamil, terutama pada rahim dan panggul.
Nantinya, ada tes urine dan tes darah untuk mengecek risiko infeksi atau obat-obatan yang digunakan.
Baca Juga: 5 Jenis Anemia pada Ibu Hamil dan Dampaknya bagi Kehamilan
Nutrisi Penting untuk Perkembangan Janin 9 Minggu
Saat hamil 9 minggu, Bunda perlu memenuhi berbagai jenis zat gizi. Berikut panduan zat gizi serta sumbernya:

Makanan yang Harus Dihindari
Untuk menjaga perkembangan janin 9 minggu, ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari untuk mencegah infeksi hingga gangguan pada bayi. Apa saja?
- Telur, daging, atau ikan yang belum matang.
- Susu atau keju yang tidak dipasteurisasi.
- Alkohol.
- Kafein lebih dari 2 gelas.
- Makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.
Baca Juga: 12 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Wajib Dihindari!
Tips Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin di Usia 9 Minggu
Perkembangan janin 9 minggu akan maksimal bila ibu hamil juga menjaga kesehatan untuk dirinya. Apa saja yang bisa dilakukan?
1. Istirahat Cukup Dan Tidur Teratur
Istirahat cukup dan teratur membantu mengurangi stres, mengendalikan mood swing, dan menjaga kesehatan Bunda dan janin secara menyeluruh.
Pastikan Bunda tetap tidur 8 jam sehari dan tidak terlalu larut malam.
2. Rutin Periksa ke Dokter Kandungan
Umumnya, jadwal kontrol ke dokter kandungan adalah setiap 4 minggu dalam usia kehamilan 28 minggu pertama.
Selanjutnya, jadwal kontrol dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai usia kehamilan mencapai 36 pekan. Minggu 37 ke atas, Ayah dan Bunda perlu ke dokter kandungan setiap pekan.
Rutin cek ke dokter penting untuk memantau perkembangan janin 9 bulan dan seterusnya.
Kegiatan ini juga bisa mengecek bila ada kondisi ibu hamil dan janin yang membahayakan. Jadi, pertolongan pun bisa didapatkan sesegera mungkin.
3. Konsumsi Susu Hamil
Susu hamil bantu lengkapi kebutuhan gizi harian ibu hamil dan janin. Susu hamil untuk ibu muda bantu menambah asupan vitamin D harian sesuai kebutuhan, yakni 15 mcg.
Susu hamil sebaiknya mengandung vitamin C dan zat besi agar dapat diserap dengan mudah. Cari juga susu dengan DHA, kalsium, serta omega-3 dan 6 untuk pertumbuhan otak dan tulang janin yang optimal.
Nah, seluruh nutrisi tersebut bisa didapatkan di susu SGM Bunda High-Iron. SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein.
Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
4. Cukupi Cairan Harian
Saat trimester 1, ibu hamil kerap muntah akibat morning sickness dan buang air lebih banyak. Kondisi ini menyebabkan cairan terbuang lebih banyak.
Untuk itu, Bunda perlu cukupi cairan harian, yakni sebanyak 2650 ml air per hari. Jumlah ini 300 ml lebih banyak daripada saat tidak hamil.
5. Hindari Stres Berlebihan
Lakukanlah hobi dan kegiatan yang menyenangkan. Tetaplah beraktivitas fisik sambil mengatur napas, seperti yoga ibu hamil. Pastikan Ayah selalu mendukung perjalanan kehamilan Bunda.
Ceritakan keluh kesah pada Ayah, keluarga, atau orang-orang yang terpercaya. Jika masih sulit terkendali, dapatkan pertolongan dari profesional.
Stres saat hamil meningkatkan berbagai risiko untuk ibu hamil dan janin, di antaranya lahir prematur, berat bayi lahir rendah, tekanan darah tinggi hingga preeklampsia, serta masalah kognitif pada anak di kemudian hari.
Perkembangan janin 9 minggu sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Tetaplah jaga kesehatan untuk Bunda dan janin. Selalu libatkan Ayah di setiap perjalanan kehamilan.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!